Disebut booster pump, karena berfungsi sebagai pompa pendorong atau meningkatkan tekanan.  Berbagai merk pompa dapat dirakit menjadi booster pump.  Pada umumnya jumlah pompa yang digunakan dua atau lebih ( dapat juga menggunakan satu pompa ).

Pompa didalam sistem booster pump beroperasi secara otomatis, dengan sensor utama adalah sensor tekanan dan pompa dapat beroperasi secara paralel dan alternate.  paralel adalah apabila kebutuhan air tidak begitu besar maka satu pompa yang beroperasi, tapi apabila pemakaian air lebih besar maka kedua pompa secara paralel dapat beroperasi.  Alternate adalah antara pompa A dan pompa B dapat beroperasi secara bergantian, sehingga jam operasi antara kedua pompa berimbang.

Di lihat dari instalasi pemasangan Booster pumps dapat di bagi menjadi beberapa bagian aplikasi seperti di GedungIndustryIrigasi, dan untuk Pemukiman (PDAM). Pemilihan Booster pumps dengan menggunakan variable speed drive sangat di anjurkan, karena akan lebih banyak menghemat listrik dan membuat tekanan konstan, serta soft starting dan soft stopping.

Ada pertanyaan mengapa harus memakai Booster pumps ? jawaban dari pertanyaan ini, karena kebutuhan air yang profil kebutuhan air nya adalah fluktuatif atau naik/turun, dan disisi lain berapa pun perubahan kebutuhan flow pompa maka tekanan tidak boleh naik dan turun atau harus tetap konstan, hemat listrik karena system operasi pompa yang optimum dengan titik kerja efisiensi terbaik

langkah langkah pemilihan Booster pumps yang tepat adalah di dasarkan pada hal hal sebagai berikut :

  1. Profil kebutuhan air ini di dasarkan pada jenis bangunan dan kebutuhan air nya sepanjang sehari atau 24 jam penuh, dari profil kebutuhan air tersebut dapat di bagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kebutuhan kapasitas kecil (minimum), kebutuhan kapasitas sedang (medium) dan kapasitas besar(maximal).
  2. Dari ketiga bagian kebutuhan tersebut maka akan terlihat jelas berapa prosentase atau bagian kebutuhan maximal, sedang dan minimal. Sehingga kita bisa tentukan jumlah pompa individual yang akan kita pilih sebagai Booster pumps, dengan kriteria pemilihan sebagai berikut : hemat kW dan lebih effisiensi pada setiap perubahan kapasitas pompa tetap tertinggi.
  3. Ketentuan yang lainnya dalah pompa individual yang akan di pasang sebagai Booster pumps harus memiliki head (m) yang sama, atau dengan kata lain pompa nya harus identikal.
  4. Pemilihan Booster pumps sebaik nya menggunakan pompa jenis multi stage baik vertical maupun horizontal, yang memiliki bentuk kurva performance yang curam ke bawah dan bukan kurva pompa yang landai, atau dengan kata lain single stage pump tidak di anjurkan.
  5. Pemilihan Booster pumps dengan menggunakan variable speed drive sangat di anjurkan, karena akan lebih banyak menghemat listrik dan membuat tekanan konstan, serta soft starting dan soft stopping.
  6. Pemilihan posisi check valve pada Booster pumps di tentukan oleh cara pengambilan air, apakah positive suction (level air sisi hisap di atas pompa) atau negative suction (level air sisi hisap di bawah pompa), untuk Booster pumps dengan level air di atas maka check valve dapat di taruh di depan setelah pompa, adapun jika level air di bawah booster maka check valve di anjurkan di letakan di belakang.